Server Security
Server security melindungi server dari ancaman agar data dan layanan tetap confidential, integral, dan available. Ia melengkapi Web Security Knowledge yang fokus pada lapisan aplikasi: aplikasi yang aman tetap bocor bila host-nya tidak di-patch, terekspos, atau tanpa backup.
Kontrol utama
- Patch management: perbarui OS, runtime, dan modul (mis. Windows Server dan modul IIS) secara teratur; uji setelah perubahan seperti praktik pada Web Servers.
- Access control: hak minimal — batasi akses filesystem, konfigurasi, dan kredensial hanya pada yang memerlukan.
- Firewall & hardening: tutup port/layanan tak terpakai, nonaktifkan fitur bawaan yang tidak dibutuhkan, verifikasi konfigurasi lintas environment.
- Encryption: TLS untuk transit (lihat HTTPS) dan enkripsi untuk data sensitif saat at-rest sesuai klasifikasi data.
- Backup: cadangkan data dan konfigurasi berkala; backup yang tidak pernah diuji restore-nya bukan backup.
- Monitoring & response: deteksi dan respons ancaman berkelanjutan — logging, alerting, dan tindak lanjut temuan, bukan sekadar mengumpulkan log.
Batas
Kontrol di atas menurunkan risiko, bukan menjamin kebal. Urutan remediasi mengikuti inventaris aset, klasifikasi data, threat model, dan konteks bisnis — bukan sekadar daftar generik.
Sumber
- Ringkasan pengguna di
_raw/articles/server-security-user-summary-2026-09-25.md; tanpa fetch eksternal baru.