Creating Variables and Naming Them

Pengantar

Dalam bahasa pemrograman Java, objek menyimpan statusnya di dalam field. Seringkali istilah “field” dan “variable” digunakan secara bergantian, yang dapat membingungkan pengembang baru. Artikel ini menjelaskan perbedaan teknis antara jenis-jenis variabel yang ada di Java serta aturan penamaannya.

Pemahaman tentang variabel sangat fundamental sebelum mempelajari pengelolaan memori di [[JVM]] atau struktur data kompleks di [[Java Collections]].

Jenis-Jenis Variabel

Bahasa pemrograman Java mendefinisikan kategori variabel sebagai berikut:

1. Instance Variables (Non-Static Fields)

Secara teknis, objek menyimpan status individualnya dalam “non-static fields”. Variabel ini dideklarasikan tanpa kata kunci static.

  • Karakteristik: Nilainya unik untuk setiap instance dari kelas (setiap objek).
  • Konteks: Berkaitan erat dengan konsep enkapsulasi dalam [[Object-Oriented Programming OOP]].
class Bicycle {
    int cadence = 0;   // instance variable
    int speed = 0;     // instance variable
    int gear = 1;      // instance variable
}

2. Class Variables (Static Fields)

Variabel kelas adalah field yang dideklarasikan dengan modifier static.

  • Karakteristik: Hanya ada satu salinan variabel ini yang eksis, terlepas dari berapa banyak objek yang dibuat dari kelas tersebut.
  • Penggunaan: Kata kunci final sering ditambahkan untuk mendefinisikan konstanta.
class Bicycle {
    static int numGears = 6;    // class variable
}

3. Local Variables

Metode sering kali menyimpan status sementaranya dalam variabel lokal.

  • Deklarasi: Terletak di antara kurung kurawal pembuka dan penutup dari sebuah metode.
  • Lingkup (Scope): Hanya terlihat oleh metode tempat mereka dideklarasikan; tidak dapat diakses dari bagian lain kelas.
  • Inisialisasi: Tidak memiliki nilai default; harus diinisialisasi sebelum digunakan.
void bake() {
    int count = 0; // local variable
    count = count + 1;
}

4. Parameters

Parameter adalah variabel yang digunakan dalam deklarasi metode, konstruktor, atau penanganan pengecualian (exception handler).

  • Penting: Parameter selalu diklasifikasikan sebagai “variabel”, bukan “field”.
public static void main(String[] args) { // args adalah parameter
    // ...
}

Penamaan Variabel

Setiap bahasa pemrograman memiliki aturan dan konvensi penamaan. Di Java, hal ini sangat penting untuk keterbacaan kode.

Aturan (Rules)

Aturan ini bersifat wajib; jika dilanggar, kode akan gagal dikompilasi.

  1. Case-sensitive: Nama variabel membedakan huruf besar dan kecil (speed berbeda dengan Speed).
  2. Karakter Legal: Boleh terdiri dari huruf Unicode, angka, simbol dolar ($), atau garis bawah (_).
  3. Karakter Awal: Harus dimulai dengan huruf, $, atau _ (tidak boleh dimulai dengan angka).
  4. Spasi: Tidak boleh mengandung spasi (white space).

Konvensi (Conventions)

Konvensi ini tidak dipaksakan oleh compiler, namun diikuti oleh komunitas pengembang Java untuk standar kualitas kode.

  1. Karakter Awal: Selalu mulai dengan huruf. Hindari penggunaan $ dan _ di awal nama, meskipun secara teknis legal.
  2. Nama Lengkap: Gunakan kata penuh alih-alih singkatan kriptik (misalnya, cadence lebih baik daripada c). Ini membuat kode bersifat self-documenting.
  3. Gaya Penulisan:
    • Variabel: Gunakan camelCase (misalnya: currentSpeed, gearRatio).
    • Konstanta: Gunakan huruf kapital semua dengan pemisah garis bawah (misalnya: NUM_GEARS, MAX_WIDTH).

Baca Juga

  • Untuk detail tentang tipe data yang dapat disimpan dalam variabel, lihat [[Creating Primitive Type Variables in Your Programs]].

Referensi